TOGA
Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA) dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga. Beberapa Tanaman Obat yang biasa digunakan oleh masyarakat :KRISANNama Ilmiah : Chrysanthemum indicum L.Nama DaerahJawa: Krisan, SeruniBotani Sinonim: Pyrethrum indicum Cass.Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Asterales
Suku: Asteraceae
Marga: Chrysanthemum
Jenis: Chrysanthemum indicum L.
Ciri-ciri
Habitus:
Terna, tinggi 0,5-1 m.
Batang: Tegak, bulat, sedikit bercabang,
permukaan kasar, hijau.
Daun: Tunggal, berseling, lonjong, ujung
runcing, pangkal membulat, tepi bertoreh, panjang 7-13 cm, lebar 3-6
cm pertulangan menyirip, tebal, permukaan kasar, hijau.
Bunga: Majemuk,
bentuk cawan, di ketiak daun atau di ujung batang, garis tengah 3-5
cm, kelopak bentuk cawan, ujung runcing, hijau, benang sari dan putik
halus, berkumpul di tengah bunga, mahkota lonjong, lepas, panjang 3-8
mm, kuning.
Buah:
Lonjong, kecil, ditutupi selaput buah, masih muda putih setelah tua
hitam.
Biji:
Lonjong, kecil, hitam.
Akar: Tunggang, putih.
Kandungan Kimia
Daun dan bunga krisan
mengandung saponin, di samping itu daunnya mengandung alkaloida dan
tanin, sedang bunganya juga mengandung minyak atsiri.
Khasiat
Bunga krisan berkhasiat sebagai obat sakit
bengkak pada mata dan untuk obat luka.
Untuk obat bengkak mata dipakai + 10 gram
bunga krisan, dicuci dan direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
lalu dinginkan sampai hangat-hangat kuku. Air hasil rebusan digunakan
untuk merendam atau mengkompres mata yang sakit.
KREMINama Ilmiah
Portulaca quadrifida L.
Nama Daerah
Jawa: Kremi
Gorontalo: Jalu-jalu bobudo
Klasifikasi
Divisi: Spermatophyta
Sub divisi: Angiospermae
Kelas: Dicotyledoneae
Bangsa: Caryophyllales
Suku: Portufacaceae
Marga: Portulaca
Jenis: Portulaca quadrifida L.
Ciri-ciri
Habitus: Semak, menjalar, semusim,
panjang ± 20 cm.
Batang: Bulat, beruas-ruas, gundul, ungu.
Daun: Tunggal,
lonjong, berhadapan, panjang 3-10 cm, lebar 1,5-3,5 cm, tepi rata,
ujung dan pangkal membulat, pertulangan menyirip, hijau keunguan.
Bunga:
Tunggal, bulat, di ketiak daun, kelopak berlekatan, hijau, benang sari
hijau kekuningan, putik bercabang, kepala putik bulat, hijau, mahkota
bentuk corong, gundul, ujung membulat, berduri, panjang 3-6 cm,
kuning.
Buah:
Lonjong, hijau kekuningan.
Biji: Bentuk ginjal, coklat.
Akar: Tunggang,
kuning pucat.
Kandungan Kimia
Herba kremi mengandung saponin dan tanin.
Khasiat
Daun kremi berkhasiat
sebagai obat sakit perut, untuk peluruh air seni, wasir dan rambut
rontok.
Untuk
obat sakit perut dipakai + 7 gram daun segar kremi, dicuci, direbus
dengan 2 gelas air selama 25 menit, setelah dingin disaring. Hasil
saringan diminum dua kali sama banyak pagi dan sore.
|
|---|

Tidak ada komentar:
Posting Komentar